Out-of-Home Advertising Semakin Menguat di Q1 2026

May 19, 2026

Out-of-Home (OOH) advertising menunjukkan pertumbuhan yang stabil di Q1 2026.

Hal ini terutama didorong oleh perkembangan Digital Out-of-Home (DOOH) yang semakin pesat, teknologi programmatic, serta meningkatnya kebutuhan pengiklan akan visibilitas yang kuat di dunia nyata. Secara global, OOH masih dianggap sebagai salah satu kanal media paling stabil. Menurut Dentsu, total belanja iklan diperkirakan tumbuh sekitar 5,1% pada 2026, sementara OOH diprediksi meningkat sekitar 4,1%, menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Proyeksi ini juga didukung oleh data performa awal dari Nord & Smith yang mencatat kenaikan year-over-year sebesar 3,23% pada belanja OOH di Q1 2026 dibandingkan Q1 2025, mengonfirmasi bahwa medium ini terus berada di jalur pertumbuhan dan semakin mendapatkan momentum menuju sisa tahun ini.

Di Amerika Serikat, pendapatan OOH mencapai US$9,46 miliar pada 2025, naik 3,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini juga menjadi kuartal pertumbuhan ke-19 secara berturut-turut menurut OAAA (Out of Home Advertising Association of America). Angka ini menunjukkan posisi yang kuat memasuki 2026, terutama dengan kontribusi besar dari format digital. DOOH sendiri meningkat sebesar 10,5% dan kini menyumbang lebih dari sepertiga total belanja OOH di Amerika Serikat.

Inggris juga mengalami pertumbuhan serupa. Berdasarkan data dari Outsmart, pendapatan OOH mencapai £1,44 miliar pada 2025, tumbuh 2,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Format digital kini mengambil porsi pasar yang lebih besar dengan kontribusi sekitar 67% dari total belanja. Hal ini menunjukkan bagaimana digital secara perlahan mengubah industri OOH.

Di kawasan Asia-Pasifik, pertumbuhannya bahkan lebih kuat. Negara seperti China dan India berkembang secara masif, didukung oleh pembangunan kota, pertumbuhan infrastruktur, dan meningkatnya penggunaan layar digital. Berdasarkan Grand View Research, kawasan ini diperkirakan tumbuh lebih cepat dibanding rata-rata global, menjadikannya salah satu pendorong utama pertumbuhan OOH di masa depan.

Salah satu faktor utama di balik pertumbuhan ini adalah performa kuat dari format digital. Riset dari Fortune Business Insights menunjukkan bahwa DOOH kini menyumbang hampir setengah dari pendapatan global OOH, jauh lebih tinggi dibandingkan format statis tradisional. Kemampuannya dalam menampilkan konten dinamis, pembaruan real-time, dan pesan yang lebih terarah membuatnya semakin menarik bagi para pengiklan.

Teknologi juga memainkan peran besar dalam perkembangan ini. Broadsign menjelaskan bahwa pembelian media secara programmatic membantu brand merencanakan dan membeli media dengan lebih efisien. Selain itu, integrasi data dan penggunaan AI tools mendukung audience targeting serta pengukuran campaign yang lebih baik. Hal ini membuat OOH tidak hanya efektif untuk awareness, tetapi juga semakin measurable dan performance-driven.

Secara keseluruhan, pertumbuhan OOH di Q1 2026 menunjukkan bahwa industri ini mulai berubah dan beradaptasi. Meningkatnya penggunaan format digital, perkembangan teknologi, dan perubahan perilaku konsumen menjadikan OOH sebagai kanal media yang semakin strategis. OOH memungkinkan brand menggabungkan kehadiran fisik yang kuat dengan presisi digital.

Di tengah kanal media yang semakin terfragmentasi, OOH tetap menonjol karena mampu menawarkan visibilitas yang tidak hanya terlihat, tetapi juga diingat. Inilah alasan mengapa semakin banyak brand kini menjadikan OOH sebagai bagian penting dari strategi pemasaran mereka. Untuk mendapatkan hasil maksimal, brand membutuhkan pendekatan yang tepat, mulai dari tahap perencanaan hingga eksekusi.

Get your OOH campaign planned and executed with the right strategy with Nord & Smith, the data-driven OOH agency you can definitely trust.

Published On: May 19, 2026Categories: Insights, Technology487 wordsViews: 4