Nord & Smith Bawa OOH Berbasis Data ke Bali, Jadi Exhibitor Sekaligus Pembicara di Asia Pacific Media Forum 2026

Nord & Smith, agensi OOH (out-of-home) berbasis data asal Indonesia, hadir di Asia Pacific Media Forum (APMF) 2026 di Bali pada 5-7 Agustus. Selain membuka booth exhibitor, Nord & Smith juga naik ke panggung untuk bicara soal masa depan iklan luar ruang.
APMF 2026 mempertemukan pemimpin media, marketer, dan pelaku industri dari seluruh kawasan untuk membahas ke mana arah industri media selanjutnya. Buat Nord & Smith, forum ini jadi momen untuk membuktikan, bukan sekadar mengklaim, kenapa OOH masih relevan dan layak diperhitungkan serius di tengah perbincangan itu.
Booth yang Dibangun dari Kampanye Nyata
Daripada menjelaskan OOH secara teori, Nord & Smith memilih membawa satu studi kasus yang sudah terbukti hasilnya ke booth mereka: kampanye Bakso Gepeng Mas Slamet yang dijalankan tahun 2025. Pengunjung yang mampir tidak cuma dapat penjelasan, tapi juga produknya langsung. Nord & Smith membawa bakso gepeng segar dari Cipete untuk dicicipi peserta, ditambah merchandise dan minuman yang dibagikan selama tiga hari acara.
Cara ini sejalan dengan prinsip yang selalu dipegang Nord & Smith dalam menggarap kampanye: OOH paling efektif kalau memberi audiens sesuatu untuk dirasakan, bukan cuma dilihat. Dengan mengubah booth jadi pengalaman rasa dari kampanye itu sendiri, studi kasusnya jadi terasa nyata, sesuatu yang tidak bisa didapat hanya dari slide presentasi.

CEO Kavindra Airlangga Naik Panggung
Pada 7 Agustus, CEO Nord & Smith, Kavindra Airlangga, membawakan sesi berjudul “Turning a 2,000-Year-Old Medium into an Attention Machine.”
Dalam sesi ini, Kavindra membahas bagaimana data, kreativitas, dan pengukuran bekerja bersama untuk mendorong OOH keluar dari citranya sebagai kanal penempatan iklan yang pasif. Ia mengajak audiens melihat bagaimana Nord & Smith memperlakukan iklan luar ruang sebagai kanal full-funnel, yang bisa direncanakan secara presisi, dieksekusi dengan kreatif yang strategis, dan diukur dampaknya secara nyata terhadap bisnis, bukan sekadar dibeli untuk sekali pakai demi brand awareness.
Cerita di panggung ini nyambung langsung dengan yang ditampilkan di booth. Kampanye Bakso Gepeng Mas Slamet jadi bukti hidup dari apa yang terjadi kalau kampanye OOH dibangun di atas data sejak awal dan dirancang untuk bergerak lebih jauh dari sekadar billboard.
Nord & Smith juga mengemas sesi ini jadi lebih interaktif. Sebelum sesi dimulai, beberapa mangkok bakso kosong diselipkan secara acak di bawah kursi peserta. Yang beruntung menemukan mangkok di kursinya berhak klaim bakso party gratis untuk kantornya. Momen gacha kecil ini sekaligus jadi cara Nord & Smith menegaskan pesan yang sama dengan yang dibawakan Kavindra di panggung: kampanye OOH yang bagus, sama seperti ruangan yang bagus, selalu memberi lebih ke orang yang benar-benar memperhatikan.

Tiga Hari, Satu Pesan
Dari booth sampai panggung, kehadiran Nord & Smith di APMF 2026 menyampaikan satu pesan yang sama dari dua sisi berbeda: OOH adalah salah satu medium iklan tertua di dunia, dan masih punya banyak ruang untuk jadi salah satu yang paling terukur. Mulai dari pemilihan lokasi, eksekusi kreatif, sampai akuntabilitas pasca-kampanye, Nord & Smith terus memposisikan diri sebagai partner yang membantu brand di Indonesia dan sekitarnya melihat media luar ruang sebagai kanal yang bisa direncanakan, dibuktikan, dan dioptimalkan, sama disiplinnya seperti platform digital mana pun.
Get your OOH campaign planned and executed with the right strategy with Nord & Smith, the data-driven OOH agency you can definitely trust.






































