Nord & Smith Hadir di Festival of Marketing Asia 2026, Bahas Aturan Baru Merebut Perhatian

September 3, 2026

Kavindra Airlangga, CEO Nord & Smith, tampil di Festival of Marketing Asia 2026 di Kuala Lumpur pada 3 September lalu, membawakan sesi yang menantang asumsi yang selama ini dipegang banyak marketer: makin besar budget, makin besar juga perhatian yang didapat.

Faktanya, nggak selalu begitu. Belanja media terus naik, tapi return-nya dari sisi perhatian justru makin kecil. Lewat sesi bertajuk “From Seen to Remembered: The New Rules of Winning Attention,” Kavindra coba menjelaskan kenapa ini bisa terjadi.

Intinya sederhana tapi cukup nampol. Di tengah banjir konten kayak sekarang, sekadar “ada” atau muncul di mana-mana udah nggak cukup. Yang jadi pertarungan sebenarnya adalah gimana caranya dilihat, diingat, dan akhirnya dibicarakan orang. Kavindra bawa contoh dari dunia OOH, media yang usianya udah 2.000 tahun, dan berargumen bahwa masa depan OOH bukan lagi sekadar pasang media terus selesai, tapi harus jadi mesin yang aktif menciptakan perhatian dan bahkan obrolan di masyarakat.

Untuk memperkuat poinnya, ia pakai studi kasus Bakso Slamet, brand lokal yang udah berdiri lebih dari 20 tahun tapi visibilitasnya masih minim. Kasus ini jadi contoh nyata bahwa brand dengan sejarah panjang sekalipun bisa kesulitan bikin orang penasaran, dan gimana kombinasi kreatif yang tepat dengan lingkungan media yang pas bisa mengubah keadaan itu.

Ada tiga poin utama yang dibahas. Pertama, impression atau jumlah tayangan aja nggak cukup jadi ukuran; marketer perlu mikir lebih jauh dari sekadar reach dan mulai cek apakah medianya benar-benar dilihat orang. Kedua, perhatian itu sebenarnya bisa “direkayasa” dengan menggabungkan kreatif yang memancing rasa penasaran dan lingkungan yang punya visibilitas tinggi, bukan sekadar mengandalkan keberuntungan. Ketiga, Kavindra memperkenalkan framework Spark-Spot-Spread, cara untuk mengubah satu ide media jadi obrolan yang lebih luas dan menyebar jauh melampaui titik pemasangannya.

Festival of Marketing Asia sendiri merupakan perluasan dari event serupa yang sukses di Inggris, dan kali ini mengumpulkan lebih dari 200 marketer di Kuala Lumpur untuk satu hari penuh sesi seputar strategi customer-centric, pemasaran B2B, sampai diskusi soal arah industri ke depan. Kehadiran Kavindra di sini sekaligus menegaskan posisi Nord & Smith sebagai pemain yang menggabungkan data dan relevansi budaya dalam strategi periklanan di Asia Tenggara.

Di tengah persaingan merebut perhatian yang makin ketat, pesan dari sesi ini jelas: brand yang menang bukan yang belanja paling banyak, tapi yang memang dirancang untuk diingat.

Get your OOH campaign planned and executed with the right strategy with Nord & Smith, the most accurate data-driven OOH agency you can definitely trust.

Published On: September 3, 2026Categories: Insights, Technology, Tutorials391 wordsViews: 17