
Di Nord & Smith, kalimat ini sering banget diomongin, sampai rasanya cocok dipajang di dinding kantor.
Bukan cuma slogan biar kedengaran keren, tapi ini beneran menggambarkan masalah yang dari awal mau diselesaikan sama agency ini: iklan out-of-home (OOH) selama ini dijual berdasarkan janji yang sebenarnya susah dibuktikan. Brand bayar buat pasang iklan di billboard, terus cuma percaya aja bakal banyak orang yang lihat. Dulu memang begitu cara kerjanya, karena belum ada cara buat membuktikan sebaliknya.
Sekarang, cara kerja kayak gitu udah nggak relevan lagi. Semua channel marketing lain sekarang bisa kasih laporan jumlah orang yang lihat, yang berinteraksi, sampai yang akhirnya beli, hampir secara real time. Sementara OOH masih minta kepercayaan yang sama kayak dulu, padahal orang-orang udah nggak mau percaya begitu aja.
Bukan berarti OOH nggak efektif. Masalahnya, selama ini performanya cuma ditebak-tebak, bukan diukur beneran. Tanpa data, tim media planner nggak bisa tahu pasti apakah billboard itu benar-benar dilihat sama audiens yang ditarget, apakah waktu pasangnya pas sama jam ramai orang lewat, atau apakah lokasi itu lebih worth it dibanding lokasi lain di sekitarnya. Akhirnya keputusan diambil cuma berdasarkan feeling, kebiasaan, atau harga. Jarang berdasarkan data.
Nah, begitu ada pengukuran, OOH bisa berubah total. Kalau kita tahu berapa banyak orang yang kelihatan, seberapa sering, dan siapa aja audiensnya, billboard nggak lagi cuma jadi “papan yang nempel di pinggir jalan”, tapi bisa dioptimalkan kayak channel marketing lainnya. Titik yang performanya jelek bisa diganti di tengah jalan. Titik yang bagus bisa diperbanyak. Budget bisa dialihkan ke lokasi yang emang terbukti bagus, bukan yang cuma dikira bagus.

Nah, ini yang dijawab sama Nord Scoring. Daripada cuma ngandelin satu angka perkiraan lalu lintas buat nilai sebuah titik, Nord Scoring menilai tiap lokasi dari enam sisi berbeda, mulai dari seberapa jelas billboard itu kelihatan, seberapa banyak orang yang bakal lewat dan lihat, sampai kondisi sekitar lokasinya. Jadi skornya benar-benar menggambarkan seberapa bagus titik itu, bukan cuma seberapa ramai jalannya. Tujuannya bukan buat gantiin insting planner, tapi buat kasih planner dan klien alasan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan saat membandingkan titik atau nentuin budget.
Di praktiknya, cara ini ngubah gimana kampanye direncanakan dan dilaporkan. Sebuah titik bisa dinilai dulu sebelum dipesan, jadi klien punya pertimbangan lain selain sekadar “lokasi ini kayaknya strategis”. Begitu kampanye jalan, skor yang sama juga dipakai buat lihat apakah titik itu emang perform sesuai harapan, atau perlu diganti buat periode berikutnya. Dinilai, dijalankan, dievaluasi lagi. Siklus inilah yang bikin OOH nggak lagi cuma jadi beli iklan sekali jalan, tapi lebih ke arah investasi yang beneran dikelola.
Get your OOH campaign planned and executed with the right strategy with Nord & Smith, the most accurate data-driven OOH agency you can definitely trust.


































