Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Memulai Campaign dengan Media Buying Agency

Siapa pun dapat membuat sebuah brand campaign. Biasanya, prosesnya dimulai dari perencanaan investasi media dan strategi campaign untuk mencapai tujuan bisnis tertentu.
Namun, di balik setiap investasi media dan strategi campaign, dibutuhkan strategic partner yang tepat untuk memastikan setiap keputusan media dapat memberikan hasil yang maksimal.
Campaign OOH yang efektif dimulai dari brief yang jelas. Brief membantu agency memahami apa yang ingin dicapai, siapa yang ingin dijangkau, dan di mana brand perlu hadir. Semakin lengkap informasi yang diberikan, semakin relevan pula rekomendasi media yang dapat disusun.
Berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai campaign OOH:
Mulai dari Tujuan Bisnis
Sebelum menentukan lokasi atau format media, tentukan terlebih dahulu tujuan bisnis yang ingin dicapai. Apakah untuk meluncurkan produk baru, membangun brand awareness, mendorong kunjungan ke toko, atau mendukung campaign digital?
Objective OOH sebaiknya memiliki kaitan yang jelas dengan hasil bisnis atau marketing yang ingin dicapai dan diukur. “Get noticed” dapat menjadi arahan awal, tetapi “meningkatkan awareness di kalangan konsumen Gen Z di area urban” akan memberikan konteks yang lebih jelas bagi agency untuk menyusun strategi.
Tentukan Target Audience
“Everyone” bukan target audience yang cukup spesifik. Berikan informasi mengenai usia, gaya hidup, tingkat pendapatan, minat, dan yang tidak kalah penting, pola mobilitas mereka sehari-hari. Di mana mereka tinggal? Di mana mereka bekerja? Area mana yang rutin mereka lewati? Tempat apa yang sering mereka kunjungi?
Dalam OOH, di mana audience berada dapat menjadi sama pentingnya dengan siapa mereka.

Tentukan Budget Range
Jika sudah memiliki lokasi tertentu yang ingin diprioritaskan, informasi tersebut dapat disampaikan sejak awal. Namun, sertakan juga ekspektasi media investment yang tersedia.
Dengan begitu, agency dapat mengevaluasi apakah lokasi tersebut sesuai dengan budget dan kebutuhan campaign, sekaligus menyesuaikan pilihan media atau merekomendasikan alternatif yang lebih sesuai dengan objective dan kebutuhan brand.
Siapkan Creative Assets dan Brand Guidelines
Sampaikan campaign concept, key visual, logo, brand guidelines, copy, serta aset digital yang sudah tersedia. Informasi ini membantu agency menilai apakah creative yang ada sudah efektif untuk OOH atau perlu disesuaikan dengan karakter media luar ruang.
Sebab, desain yang bekerja dengan baik di layar smartphone belum tentu memberikan dampak yang sama ketika dilihat di billboard dalam hitungan beberapa detik.
Bagikan Informasi dan Learnings yang Sudah Dimiliki
Hasil campaign sebelumnya, lokasi yang menjadi prioritas, aktivitas kompetitor, maupun pembelajaran dari campaign OOH sebelumnya dapat menjadi informasi yang sangat berharga dalam proses briefing.
Tujuannya bukan sekadar menentukan media yang akan digunakan, tetapi memberikan agency konteks yang cukup untuk menyusun strategi media yang lebih tepat dan relevan.
Pada akhirnya, persiapan yang baik bukan hanya soal menentukan berapa besar investasi media atau lokasi mana yang ingin dipilih. Yang lebih penting adalah memberikan informasi yang cukup agar agency dapat menentukan mengapa, di mana, dan bagaimana brand seharusnya hadir di dunia nyata untuk menciptakan campaign yang lebih impactful.
Get your OOH campaign planned and executed with the right strategy with Nord & Smith, the most accurate data-driven OOH agency you can definitely trust.



































