IDMC 2026: Mengapa Sebagian Besar Kampanye OOH Hanya Terlihat, tetapi Sedikit yang Dibagikan

Lebih dari 5.000 marketer, founder, dan pemimpin industri berkumpul di Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026 untuk membahas arah masa depan media dan pemasaran.
Di antara para pembicara, Nord & Smith hadir melalui sesi bertajuk “Designing OOH for Digital Virality: The Brutal Reality of Future Media Platforms”, yang menantang satu asumsi umum dalam industri out-of-home (OOH): berada di lokasi yang ramai tidak selalu berarti benar-benar terlihat.
Sesi ini dibuka dengan sebuah fakta yang cukup mengusik. Sebuah media yang berada di koridor tersibuk kota tetap bisa gagal memberikan dampak apabila kualitas visibilitasnya rendah. Pandangan yang terhalang, sudut pandang yang sempit, hingga media yang tenggelam di tengah kepadatan visual sekitarnya. Lokasi saja tidak cukup. Yang benar-benar menentukan adalah apa yang benar-benar dilihat oleh audiens.
Inilah permasalahan yang ingin diselesaikan oleh Nord Scoring. Sebagai kerangka evaluasi OOH yang terstandarisasi, Nord Scoring melampaui sekadar menghitung volume lalu lintas dengan menilai setiap media berdasarkan kualitas visibilitas dan dominasi medianya. Alih-alih mengandalkan intuisi, brand dapat membandingkan berbagai lokasi secara objektif, menemukan penempatan media yang benar-benar efektif, serta mendukung setiap keputusan media dengan data.

Namun, memilih lokasi yang tepat hanyalah setengah dari keseluruhan strategi. Menurut Nord & Smith, audiens saat ini tidak lagi sekadar mengonsumsi OOH, tetapi juga berpartisipasi di dalamnya melalui foto, video, dan berbagai konten yang mereka bagikan. Ketika sebuah kampanye berhasil masuk ke galeri kamera seseorang, nilai medianya telah berkembang jauh melampaui investasi yang dikeluarkan.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui kampanye Bakso Slamet yang diangkat sebagai studi kasus dalam sesi ini, sebuah contoh OOH yang sejak awal dirancang untuk melampaui ruang fisik tempat media tersebut berada. Hasilnya pun berbicara sendiri: menghasilkan 71 juta impresi, Rp400 miliar earned media value, serta pertumbuhan penjualan sebesar 372%. Kampanye ini juga meraih Bronze untuk kategori Best B2B Advertising Campaign di Campaign Indonesia Awards 2026 serta menjadi finalis di Citra Pariwara 2025.
Menurut Nord & Smith, keberhasilan kampanye tersebut bukan ditentukan oleh besarnya belanja media, melainkan oleh kejelasan strategi di baliknya. Sejak awal, kampanye ini dirancang sebagai sesuatu yang secara alami ingin diabadikan dan dibagikan oleh orang-orang. Penempatan media berperan sebagai pemicu, sementara perilaku audiens menjadi faktor yang memperluas jangkauannya.
Pesan utama yang dibawa dari IDMC 2026 pun sangat jelas. Perbedaan antara OOH yang sekadar terlihat dan OOH yang benar-benar menyebar bukanlah persoalan anggaran, melainkan persoalan desain. Dan semuanya dimulai bahkan sebelum creative brief disusun. OOH terbaik saat ini tidak hanya dirancang untuk dilihat. OOH juga dirancang untuk dibagikan, dengan jalanan sebagai titik awal sebuah kampanye, bukan garis akhirnya.
Get your OOH campaign planned and executed with the right strategy with Nord & Smith, the data-driven OOH agency you can definitely trust.











